Sudah bersyukurkah anda hari ini?


 Sudah bersyukurkah anda hari ini?Saya tanya! Mungkin ada yang menjawab, “Syukur? Kenapa? Wong saya hari ini biasa-biasa saja. Ndak ada yang istimewa.” Ada juga yang menjawab, “Sudah” ya baguslah kalau begitu. Kalau yang menjawab seperti jawaban pertama tadi kemungkinan beranggapan bahwa bersyukur adalah setelah menerima nikmat. Kalau tidak menerima ngapain bersyukur? Semoga anda bukan termasuk yang ini, yach. Yen tak pikir-pikir (niru logat alm. Mas Basuki), setiap hari kita mendapat kenikmatan. Coba lihat, anda mempunyai lemari es, mempunyai buku tabungan (walau saldonya bulan depan habis karena terpotong biaya administrasi. Hehehe), mempunyai pekerjaan tetap (tetap itu-itu aja pekerjaannya.hehe), bisa menjalankan kegiatan ibadah tanpa takut terhujani peluru atau rudal dari pasukan NATO, bisa membaca tulisan saya ini, bukankah itu kenikmatan yang saban hari kita rasakan? Kenapa tidak bersyukur? Why? Lupa? Padahal Tuhan tak pernah lupa memberi kenikmatan kepada kita?

Kalau anda rajin sholat, saya yakin anda termasuk orang yang bersyukur dengan ucapan dan tindakan. Kok bisa sholat merupakan syukur dengan ucapan? Sebab, setiap kita sholat wajib membaca al-Fatihah dan Surat Al-Fatihah didahului dengan lafadz “Alhamdulillah” (setelah membaca bismillah tentunya).

Lalu, apakah benar bersyukur itu setelah kita menerima nikmat? Atau sebelum menerima nikmat kita bersyukur? Saya tidak tahu mana yang benar. Yang jelas, kalau kita cermati tadi bahwa al-Qur’an yang dimulai dengan surat al-Fatehah menggunakan lafadz “Alhamdulillah” sebagai pembuka (tentunya setelah menyebut asma Tuhan Yang Maha Kasih dan Sayang). Begitu juga dalam berdoa, kita baca lafadz “Alhamdulillah” dulu baru berdoa alias bersyukur dulu baru meminta. Tapi, kebanyakan dari kita, meminta dulu, dikabulkan, baru bersyukur. Tak apa. Yang penting masih bersyukur.

Dalam al-Qur’an Allah mengingatkan kita supaya bersyukur, jangan kufur (menginkari nikmat). Begitu juga Nabi Muhammad Saw dalam berdoa selalu memohon kepada Allah supaya dijadikan ‘abdan syakura. Hamba yang bersyukur. Klop, pas, cocok. Allah memerintah untuk bersyukur dan Nabi mencontohkan dalam do’a supaya dijadikan hamba yang bersyukur.

Lalu apakah ada implikasi atau pengaruh bersyukur terhadap jiwa kita, pekerjaan kita, karir kita, kesuksesan kita? ADA. Dengan huruf besar semua biar mantab. Mau bukti? Mungkin anda pernah mendengar tentang Kristal air. Yups, air mempunyai Kristal-kristal kecil yang bias berubah bentuk mengikuti kata-kata yang dilontarkan manusia. Dalam buku The Hidden Messages in Water dituliskan bahwa air seolah-olah mengerti bahasa manusia. Dan tahukah anda kapan Kristal air memperagakan bentuknya yang paling apik, yahut dan menarik? Ternyata apabila dikumandangkan kata ‘syukur’ dan ‘cinta’ dalam bahasa apapun. Termasuk bahasa hewan jika anda paham dan bisa. Hehehe.

Lalu pengaruhnya terhadap keseharian kita? Air. Ada apa dengan air? Untung saja zodiak saya adalah pembawa air alias aquarius. Bukan penjual air keliling lho. Jadi, apa yang saya bawa tergantung anda yang menerima. Kalau anda menerima dengan syukur maka akan terbentuk Kristal-kristal air yang menakjubkan. Tapi, jika anda sinis, marah-marah, maka anda akan membentuk Kristal air yang tak beraturan dan jelek, buruk mirip wajah anda. Hahaha. Bercanda. Mulai serius. Air. Semua kehidupan bermula dari air. Manusia berasal dari percampuran air. Alam semesta berasal dari air. Dan yang terpenting, 70 persen tubuh manusia terdiri atas air! SO, Setiap kali kita menyebut kata ‘syukur’ atau menyimpan rasa syukur, maka kita juga membentuk Kristal-kristal air cantik dalam tubuh kita sehingga menimbulkan energi positif yang sangat kita butuhkan untuk menggapai kesuksesan.

Jadi, bisa dikatakan kalau pingin sukses, rajin-rajin bersyukur. Syukur adalah gerbang menuju sukses. Kok bisa? Ya bisa. Bukti konkritnya adalah Nabi Muhammad. Seorang yang pandai bersyukur akhirnya sukses menjadi seorang nabi dengan pengikut terbanyak dan kata-katanya masih dihapal oleh umatnya. Dalam bahasa Indonesia kata ‘syukur’ berarti berterima kasih. Sebagai hamba Tuhan kita berterima kasih kepadaNya. Sebagai makhluk sosial kita berterima kasih kepada manusia yang berbuat baik dan berbaik hati kepada kita. Rumusnya ==> jika pingin sukses jangan sungkan-sungkan mengucapkan terima kasih. Membalas sesuatu kebaikan dengan ucapan ‘terima kasih’ itu berdampak sangat besar untuk kehidupan kita. Coba jika kita telah berbuat baik kepada orang tapi dia tidak mengucap ‘terima kasih’ pasti tuk berikutnya kita akan malas membantu. Betul?

Saking dahsyatnya kata ‘terima kasih’ ini, kasir-kasir di supermarket dan mall-mall dituntut untuk mengucapkan kata ‘terima kasih’ kepada konsumennya. Sampai-sampai ada yang berani membayar ratusan ribu rupiah jika kasir tidak mengucapkan kata ‘terima kasih’. Entah setelah itu kasir dipecat. Hehe. Sebab mereka, pelaku bisnis, tahu bahwa ucapan terima kasih berdampak besar terhadap omzetnya. So, jika kita pingin sukses dan memperbesar karir atau pekerjaan kita. Jangan sungkan-sungkan mengucapkan ‘terima kasih’. Setelah itu, pasti akan ada dampak yang besar. Sebab, Tuhan berfirman, “Jika kamu bersyukur (mengucapkan terima kasih) , maka akan Aku tambahi (nikmat)”. Saya sering melihat supporter Persikmania (Persik Kediri) ketika berada di Stadion Manahan. Mereka sebelum dan sesudah pertandingan menyanyikan “Terima kasih Pasoepati. Kita adalah saudara” dan pertandingan berjalan sukses tanpa kerusuhan.

Itulah, dahsyatnya berterima kasih. Berterima kasih kepada manusia berdampak luar biasa, apalagi berterima kasih kepada Allah, Sang Pencipta Alam.

Wallahu a’lam bishowab

Tentang ubedindonesia2014

Demi mewujudkan keinginan menulis yang kreatif dan idealis, segala informasi yang diperkirakan menarik, pasti akan segera dipublikasikan, sehingga dapat menambah jumlah kuantitas isi tulisan. Namun penulis tidak hanya sekedar asal menulis, tetapi selalu mempertahankan kualitas isi tulisan, agar tiap informasi yang ada dapat dimanfaatkan dengan seksama.
Pos ini dipublikasikan di tafsirilmu. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s