Ramadhan bulan penuh Pahala


Ramadhan bulan persemaian. Karena persemaian, maka hasil kongkritnya tidak diperoleh pada saat ramadhan, tetapi akan nampak dalam kehdupan selama 11 bulan berikutnya, dari Syawwal – Sya’ban. Apabila amaliah seseoarng di bulan-bulan setelah Ramadhan meningkat dibandingkan sebelum Ramadhan, maka itulah hasil kongkrit dari penggemblengan di bulan Ramadhan. Tetapi, jika amaliah di bulan-bulan setelah Ramadhan tidak mengalami peningkatan, maka Ramadhan pada saat itu belum memberikan dampak positif terhadap dirinya.
 
Ramadhan artinya pembakaran. Yang dimaksud dengan ungkapan ini adalah pembakaran dosa-dosa seseorang apabila dia dapat memanfaatkan momentum Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Rasulullah menyatakan: “Shalat lima waktu, Jum’at ke Jum’at, dan Ramadhan ke Ramadhan berikutnya merupakan pelebur dosa-dosa di antara semuanya, apabila dijauhi dosa-dosa besar” (HR. Muslim).

 

 

Tentu hal ini tidak terjadi secara otomatis,  tetapi membutuhkan upaya sungguh-sungguh dalam rangka memanfaatkan momentum-momentum tersebut sehingga memperoleh hasil maksimal sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits di atas. Hanya orang-orang yang berusaha keras mengisi amaliah Ramadhanlah yang dapat merasakan nikmatnya Ramadhan, sehingga dapat memetik hikmah luar biasa dari kehidupannya di bulan ramadhan.
 
Untuk menjadi orang baik di bulan Ramadhan tidak terlalu susah, sebab situasinya sangat kondusif. Pahala setiap amal dilipatgandakan sangat besar, majlis-majlis ta’lim dibuka sangat luas, da’wah dapat dijumpai di berbagai media, baik cetak maupun elektronik, ceramah-ceramah agama diselenggarakan di berbagai tempat, rumah-makan rumah-makan ditutup, tempat-tempat maksiyat dihentikan atau minimal dibatasi jam operasionalnya,  dan masih banyak lagi  sarana penunjang tercapainya pribadi yang baik.
 
Tetapi masalahnya adalah, bagaimana menjadi orang baik setelah bulan Ramadhan, yaitu pada 11 bulan berikutnya. Jika masjid-masjid tetap penuh dengan jamaah setelah Ramadhan, jika majlis-majlis ta’lim tetap ramai oleh jamaah setelah Ramadhan, jika aktivitas ibadah  yang kita lakukan lebih meningkat baik kualitas maupun  kuantitasnya setelah Ramadhan, maka itulah hasil kongkrit dari persemaian bulan Ramadhan.
 
Islam adalah agama yang  memberikan perhatian sangat besar terhadap kesejehteraan masyarakat secara umum. Banyak keterangan dalam al-Qur’an dan hadits Nabi yang menyatakan bahwa iman seseorang belum sempurna apabila  dia tidak memperhatikan saudaranya seperti memperhatikan diri sendiri.  Hal ini mengindikasikan, bahwa dalam konsep Islam seseorang tidak cukup menjadi orang shaleh secara individual, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kita menjadi orang shaleh secara sosial.
 
Semoga ramadhan kali ini dapat memotivasi kita untuk menjadi orang shaleh secara sosial bukan hanya pada bulan Ramadhan, tetapi juga pada 11 bulan berikutnya, dari Syawwal sampai dengan Sya’ban. Dengan demikian  semoga kita termasuk  orang-orang yang selalu  dapat meningkatkan ibadah kita,  baik kualitas maupun kuantitasnya.

Tentang ubedindonesia2014

Demi mewujudkan keinginan menulis yang kreatif dan idealis, segala informasi yang diperkirakan menarik, pasti akan segera dipublikasikan, sehingga dapat menambah jumlah kuantitas isi tulisan. Namun penulis tidak hanya sekedar asal menulis, tetapi selalu mempertahankan kualitas isi tulisan, agar tiap informasi yang ada dapat dimanfaatkan dengan seksama.
Pos ini dipublikasikan di tafsirilmu. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s